Kamis, 04 Agustus 2016

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

Pesan ini disampaikan oleh Khasanah, Pemerhati Pendidikan Anak Usia Dini Desa madusari Secang.

Pendidikan adalah merupakan aset penting bagi kemajuan sebuah bangsa, oleh karena itu setiap warga Negara harus dan wajib mengikuti jenjang pendidikan, baik jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah maupun tinggi. Dalam bidang pendidikan seorang anak dari lahir memerlukan pelayanan yang tepat dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan disertai dengan Pemahaman mengenai karakteristik anak sesuai pertumbuhan dan perkembangannya akan sangat membantu dalam menyesuaikan proses belajar bagi anak dengan usia, kebutuhan, dan kondisi masing-masing, baik secara intelektual, emosional dan sosial.
Sebelum bicara lebih jauh, apa sih pendidikan anak usia dini? Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagianak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.
Mengapa pendidikan anak usia dini itu sangat penting?
Berdasarkan hasil penelitian sekitar 50% kapabilitaas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun,80% telah terjadi perkembangan yang pesat tentang jaringan otak ketika anak berumur 8 tahun dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun, dan setelah itu walaupun dilakukan perbaikan nutrisi tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.
Hal ini berarti bahwa perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Sehingga periode ini merupakan periode kritis bagi anak, dimana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara masa emas ini hanya datang sekali, sehingga apabila terlewatkan berarti habislah peluangnya.
Menurut Byrnes, pendidikan anak usia dini akan memberikan persiapan anak menghadapi masa-masa ke depannya, yang paling dekat adalah menghadapi masa sekolah. “Saat ini, beberapa taman kanak-kanak sudah meminta anak murid yang mau mendaftar di sana sudah bisa membaca dan berhitung. Di masa TK pun sudah mulai diajarkan kemampuan bersosialisasi dan problem solving. Karena kemampuan-kemampuan itu sudah bisa dibentuk sejak usia dini,” jelas Byrnes.
Selanjutnya menurut Byrnes, bahwa pendidikan anak usia dini itu penting, karena di usia inilah anak membentuk pendidikan yang paling bagus. Di usia inilah anak-anak harus membentuk kesiapan dirinya menghadapi masa sekolah dan masa depan. Investasi terbaik yang bisa Anda berikan untuk anak-anak adalah persiapan pendidikan mereka di usia dini.

Ada dua tujuan mengapa perlu diselenggarakan pendidikan anak usia dini, yaitu:
Tujuan utama: untuk membentuk anak yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
Tujuan penyerta: untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan
belajar (akademik) di sekolah.
Singkatnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik (koordinasi motorik halus dan kasar), kecerdasan (daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual), sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama) bahasa dan komunikasi, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini.
Apa perbedaan anak yang mendapatkan pendidikan anak usia dini di lembaga yang berkualitas dengan anak yang tidak mendapatkan pendidikan anak usia dini?
Menurut Byrnes (Peraih gelar Woman of the Year dari Vitasoy di Australia) di lembaga pendidikan anak usia dini, anak-anak akan belajar menjadi pribadi yang mandiri, kuat bersosialisasi, percaya diri, punya rasa ingin tahu yang besar, bisa mengambil ide, mengembangkan ide, pergi ke sekolah lain dan siap belajar, cepat beradaptasi, dan semangat untuk belajar.



Sementara, anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini, akan lamban menerima sesuatu. Anak yang tidak mendapat pendidikan usia dini , akan seperti mobil yang tidak bensinnya tiris. Anak-anak yang berpendidikan usia dini tepat memiliki bensin penuh, mesinnya akan langsung jalan begitu ia ada di tempat baru. Sementara anak yang tidak berpendidikan usia dini akan kesulitan memulai mesinnya, jadinya lamban.
Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang sangat mendasar dan strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Begitu pentingnya pendidikan ini tidak mengherankan apabila banyak negara menaruh perhatian yang sangat besar terhadap penyelenggaraan pendidikan ini hingga pemerintah Indonesia pun memberikan layanan pendidikan gratis hingga tingkat SMP.

Sabtu, 25 Juni 2016

Pentingnya Kedekatan Anak dan Orangtua

Pentingnya Kedekatan Anak dan Orangtua


Kedekatan antara orang tua dan anak sangat penting agar bisa terjalin dengan baik. Dengan kedekatan / hubungan emosi yang terjalin dengan baik, maka  anak pun akan lebih mudah dinasihati saat berbuat kesalahan. Berbeda dengan orang tua yang tidak memiliki kedekatan dengan orang tua. Dia akan lebih suka mendengarkan kata-kata orang lain, daripada orang tuanya. Lebih parah lagi, dia tidak mau mendengarkan kata-kata orang lain, karena tidak ada yang bisa mengerti dia.
Itulah sebabnya, hubungan emosi antara orang tua dan anak perlu dibangun sejak dini. Banyak orang tua karena berbagai sebab, tidak memiliki kedekatan emosi dengan sang anak. Ada  beberapa tips agar kita bisa lebih memperhatikan hal-hal kecil yang sering kita anggap sepele, namun bisa menjadi hal yang penting dalam membangun hubungan emosi antara anak dan orang tua.
1. Memanfaatkan liburan bersama anak


Saat liburan adalah saat yang paing baik bila kita bisa memanfaatkan dengan baik pula. Karena kita bisa meluangkan waktu bersama anak seharian penuh, . Manfaatkan liburan untuk bisa melakukan hal-hal yang sebelumnya belum pernah kita lakukan pada anak. Misalnya bermain bersama anak, nonton TV bersama anak, jalan-jalan ke pantai bersama anak, jalan-jalan ke tempat wisata bersama anak, dan lain-lain. Yang terpenting di sini adalah kita bisa membangun suasana santai dan ceria, sehingga anak bisa mengekpresikan segala perasaannya kepada kita.
2. Memanfaatkan waktu pulang kerja dengan baik
Waktu pulang dari kerja adalah juga saat yang baik untuk membangun hubungan emosi dengan anak. Saya sendiri pernah merasakannya. Kalau sedang kangen berat sama ibu, dulu saya sering ikut bapak untuk menjemput ibu di kerja. Saya merasa senang sekali, karena setiap saya ikut menjemput ibu, saya pasti diajak makan bersama. Itu hanyalah salah satu contoh. Setiap kita pulang dari kerja, hal yang harus pertama kita lakukan adalah menemui anak. Setelah itu, kita bisa memanfaatkan waktu teresebut untuk membangun kebersamaan dengan anak. Entah dia sedang belajar atau sudah tidur, alangkah lebih baik pertama-tama kita menemui sang buah hati. Hal yang paling saya rasakan dalam hal ketulusan cinta seorang ibu adalah saat saya pura-pura tidur, ibu datang dang mencium pipi dan kening saya sepulang dari kerja. Dengan hal kecil yang beliau lakukan, saya bisa merasakan kasih beliau yang tidak pura-pura dan sangat tulus.
3. Komunikasi berjalan terus




Kesibukan bukan lagi sebuah halangan. Karena kesibukan telah diimbangi dengan teknologi yang berkembang dengan pesat. Dengan teknologi ini pula kita bisa tetap menjalin komunikasi dengan anak. Meski kita sedang sibuk bekerja atau hal-hal lain di luar rumah, kita bisa memanfaatkan Handphone atau telepon untuk bisa berkomunikasi dengan akan. Mungkin hanya sekedar menanyakan sedang apa atau sudah makan belum, namun hal ini sebenarnya bisa membuat anak merasa diperhatikan setiap saat oleh orang tuanya. Yang perlu kita perhatikan di sini adalah kita jangan sampai kita mengkhawatirkan anak secara berlebihan, karena hal ini juga bisa berdampak buruk bagi anak. Anak bisa-bisa menjadi merasa selalu diawasi, bukan diperhatikan. Yang penting adalah memberikan perhatian secara wajar dan penuh kasih sayang.
4. Mengajak Anak Mengerti Aktivitas / Pekerjaan Anak
Hal ini sangat penting untuk dilakukan agar anak tahu benar akan kesibukan kita. Sesekali kita bisa mengajak anak masuk ke dalam kerja, dan menjelaskan beberapa hal tentang pekerjaan kita. Sang anak pun akan mengenal teman-teman sekerja kita. Tapi jangan setiap hari, karena mungkin ada beberapa teman sekerja yang menyukai hal ini. Dan akan lebih baik bila dilakukan pada jam istirahat atau setelah jam kerja.
5. Dongeng atau Bernyanyi Sebelum Tidur
Dongeng dan sebelum tidur adalah kebiasaan yang sangat baik dan dipercaya sepanjang dalam. Karena hal ini tidak hanya membangun kedekatan antara anak dengan orang tua, namun anak pun akan memperoleh siraman rohani dari apa yang kita ceritakan atau kita nyanyikan.
6. Mengenal dan berinteraksi dengan teman-teman dan guru di sekolah
Tujuan dari mengenal dan berinteraksi dengan teman-teman dan guru di sekolah adalah agar kita tahu apa yang dilakukan sang anak dimanapun. Karena kadang-kadang ada orang tua yang melihat anaknya baik di rumah, namun tidak baik di luar rumah. Semakin kita mengenal sebabnya, semakin mudah pula menyelesaikannya.
7. Menjadi Guru Bimbel terbaik bagi sang anak
Maksud dari penyataan “Menjadi Guru Bimbel terbaik Bagi Sang Anak” adalah selalu menemani anak saat belajar. Hal ini akan membiasakan anak untuk bisa mengungkapkan perasaan anak kepada kita, terutama saat mendapatkan kesulitan atau permasalahan.
8. Memberikan Penghargaan dalam bentuk pujian ataupun barang
Kadang kita merasa bahwa apa yang dilakukan oleh sang anak adalah hal yang sepele dan tidak penting. Hal ini karena kita terlalu memiliki standard yang tinggi. Sebagai orang tua, alangkah lebih baik kalau kita bisa memahami kemampuan sang anak dan perasaan sang anak. Mungkin bisa memegang sendok sendiri adalah hal yang sepele bagi kita, namun bila kita mau memujinya saat anak berhasil melakukannya, maka sang anak pun akan lebih terpacu untuk bisa memegang sendok dengan baik dan makan sendiri.
Penghargaan yang kita bisa berikan juga bisa dalam bentuk barang. Dengan kado kecil yang kita berikan saat anak, saat sang anak mendapatkan keberhasilan, maka sang anak akan merasakan betapa kita mencintainya dan menghargai segala usahanya.
9. Ciuman dan Sentuhan

Ciuman dan sentuhan tidak hanya membangun kedekatan emosi. Cara ini juga bermanfaat untuk menstimulasi kecerdasan sang anak.



Gedung PAUD Bunda